RSS Feed

Saturday, October 16, 2010

Konflik & Pemecahan nya

          Konflik...hmm.. saya rasa tidak orang yang ingin mengalami konflik terus menerus dalam hidup nya, walapun sebagian orang mungkin ada yang sengaja membuat konflik karena ada nya suatu tujuan. Di sini saya akan menjelaskan apa itu arti konflik dan cara-cara untuk memecahkan sebuah konflik.

          Menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat,persaingan dan permusuhan. Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus ke arah konflik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik. Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi organisasi.


Jenis-jenis Konflik
          Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

Konflik Intrapersonal
          Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut:
1. Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
2. Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
3. Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan.
4. Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuantujuan yang diinginkan.

Konflik Interpersonal
          Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
          Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.

Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
          Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.

Konflik antara organisasi
          Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Dan selanjut nya bagaimana cara untuk memecahkan sebuah konflik?, berikut beberapa cara dalam memecahkan sebuah konflik :

-Menghindar
          Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri.

-Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan.  

-Kompetisi
          Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. 

-Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak. 

         Berikut di bawah ini saya menambahkan contoh mengenai konflik yang saya alami sendiri dan bagaimana saya cara menyelesaikan nya.

         Suatu ketika saya mendapatkan tugas, untuk membuat sebuah iklan poster yang bertema Dance, tugas ini merupakan tugas untuk mata kuliah Periklanan Lini Bawah.

         Dosen Periklanan Lini Bawah membagi seluruh mahasiswa nya (pada jam saya) ke dalam beberapa kelompok kerja. Dia memberikan batas untuk mengerjakan nya (deadline) sampai dengan minggu depan , hari itu, disaat mata kuliah berlangsung merupakan hari Senin. Kelompok kerja untuk membuat tugas iklan poster pun telah terbentuk, kelompok saya terdiri dari 8 orang.

          Di hari pertama setelah tugas iklan diberikan ibu dosen, kami belum juga meng-eksekusi iklan poster, karena terbentur masalh belum ditemukan nya ide seperti apa yang akan dieksekusi serta bentrok waktu diantara anggota kelompok saya, karena salah satu / beberapa anggota kelompok saya memiliki jam yang berbeda-beda di dalam perkuliahan.

          Tugas pun terabaikan selam berhari-hari dan akhirnya anggota kami di hari rabu bermusyawarah dalam menentukan hari yang tepat untuk mengerjakan tugas iklan poster. Ditentukan lah hari kamis sebagai hari untuk mengeksekusi iklan, yang pertukarab ide konsep dari masing-masing anggota dan pemotrertan masing-masing anggota, karena Ibu dosen yang memberikan tugas ini ingin seluruh anggota kelompok nya terdapat dalam poster.

          Disinilah terjadi sebuah konflik yang menurut saya masuk ke dalam konflik Interpersonal. Dimana konflik yang terjadi ini pada saat pertukaran ide diantara masing-masing anggota dengan anggota lainnya. Wajar saya katakan apabila terjadi sebuah konflik, karena masing-masing anggota dari kelompok saya, menawarkan ide nya, dan setiap anggota yang menawarkan ide tersebut pasti ingin sekali ide nya dipakai, saya pun juga ingin seperti itu, dalam konflik ini saya memecahkan nya dengan menggunakan gaya  kompetisi "I Win, You Lose", Mengapa? karena saya beranggapan sangat kuat bahwa konsep saya sangat bagus dan cocok untuk dipakai dalam iklan poster nantinya yang bertema "Dance", perdebatan sengit pun terjadi, karena saya selalu bersih keras terhadap prinsip saya "I Win, You Lose", maka konsep saya pun akhir nya dipakai. Memang sedikit egois seperti nya, tapi ini semua untuk kebaikan bersama juga kan, Egois for happiness crew.

          Konsep sudah ditentukan oleh kelompok saya, tinggal tempat pelaksanaan pemotretan pun yang selanjut nya ditentukan, hmmm... perdebatan lagi terjadi di antara kita dalam menentukan tempat pemotretan. Sebenar nya saya memiliki sebuah tempat yang bagus untuk pemotreta, yaitu sebuah lahan kosong outdoor di samping kantin kampus, namun pada saat itu saya kalah suara dengan yang lain nya, banyak dari anggota saya memilih lokasi pemotretan di gedung tower lantai paling atas, masih termasuk outdoor juga. Perdebatan pun dimenangkan oleh pihak lain, I Lose You Win (karena situasi,kalah massa).

          Tak disangka pada hari itu huajn turun, akhir nya tidak ada satupun lokasi pilihan kami yang bisa dipakai, karena kami memilih outdoor, kami pun sempat bingung untuk beberapa saat, sampai akhir nya salah satu dari anggota saya memberikan inisiatif untuk lokasi pemotretan, yaitu di lorong lantai 4, kami semua akhirnya mengamini inisiatif nya. Pemotretan pun berlangsung sesuai konsep yang saya buat. Selesai lah sesi pemotretan. Untuk masalah mendesign iklan nya, kami semua telah sepakat untuk diserahkan kepada saya dalam pengerjaan nya.

           Di sini (dalam pembuatan design) saya dihadapkan dengan konflik lagi, yaitu konflik interpersonal antara saya dengan waktu saya., karena saya pada hari jum'at dan sabtu ada acara yang tidak bisa saya tinggalka, sedangkan hari minggu kami semua akan berkumpul lagi di kampus untuk memproduksi iklan poster ini (mencetak nya), dan sedangkan hari senin pagi iklan poster harus sudah dikumpulkan. Dan akhirnya saya memilih untuk menyelesaikan design di malam hari (Jum;at dan Sabtu), konflik saya pun terpecahkan, sehingga iklan yang telah kami rencanakan bisa diproduksi dan di kumpul tepat waktu.
       
          Berikut saya menyisipkan hasil karya kelompok kami, yang  telah melewati serangkain konflik yaitu berupa iklan poster yang berukuran A3 dalam format JPEG. 


Hasil Poster Saya...
Tampak dalam poster Vita, Silsilatul, Jayanti, Ryan, Tri Yuniati, Tya, Hanan, Saya



Kesimpulan :
          Setiap manusia pasti akan mengalami sebuah/bebrapa konflik, dan saya rasa tidak ada satu orang pun yang menginginkan konflik terjadi. Namun apabila ada sebuah konflik yang terjadi menimpa kita, mau tidak mau kita harus menjalani nya dan memecahkan nya dengan beberapa cara / gaya dalam pemecahan konflik yang telah saya paparkan sebelum nya. Dan di suatu organisasi / kelompok, konflik ada yang sengaja diciptakan, agar menguji dan memperkuat ke-solidan suatu kelompok, dan sebagai ajang untuk menunjukan suatu kelompok mempunyai kekuatan / potensi.

          Sekian tulisan sedrhana dari saya, mengenai Konflik dan Pemecahan nya, semoga bermanfaat. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yoyoh (Dosen Interpersonal Skill), yang telah banyak memberikan kami semua ilmu-ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah paring barokah kepada Ibu Yoyoh. Amiiin.

0 comments: