Salah satu cara untuk menyampaikan gagasan ide yang kita miliki atau kita ketahui untuk mempengaruhi orang lain dalam hal pengetahuannya (kognisi), perasaannya (afeksi) dan juga perilakunya (motorik atau behavior) yaitu dengan cara public speaking. Berhasil atau tidaknya sebuah pidato tergantung pada kepiawaian sang orator dalam menyampaikan materi pidato.
Public Speaking itu sendiri berasal dari 2 buah kata yang berasal dari bahasa Inggris :
-Public : yang bermakna “umun”
-Speaking : berbicara secara berurutan dan mengandung makna
Jadi, apabila ditarik kesimpulan dari 2 buah kata tersebut, maka pengertian dari Public Speaking adalah tata cara berbicara di depan umum / orang banyak secara runtut, terencana dengan tujuan tertentu.
Siapa diantara kita yang tidak mengenal 2 orang kaka beradik yaitu Helmi Yahya dan Tantowi Yahya?? Pasti diantara kita semua telah mengenal sebagai seorang public figure, artis, presenter. Atau siapa di antara kita yang tidak kenal Bung Karno? Semua orang pasti mengenalnya. Mengapa mereka begitu dikenal luas oleh banyak orang? Apa kelebihan mereka dibanding orang-orang lainnya? Semuanya sepakat, kita mengenal ketiga tokoh itu karena mereka sangat pandai berbicara, pandai berpidato.
Memang benar, orang yang tadinya bukan siapa-siapa mendadak bisa berubah menjadi orang penting dan terkenal hanya karena ia memiliki kemampuan berbicara yang menarik dan meyakinkan orang lain. Kemampuan berbicara diyakini dapat meningkatkan kualitas eksistensi dan aktualisasi seseorang di tengah-tengah lingkungannya. Kemampuan orang dalam berbicara dapat menjadikan orang itu memiliki daya tarik dan pesona luar biasa bagi orang lain, sehingga ia menjadi idola yang didambakan oleh banyak orang.
Secara alamiah, setiap orang mampu berbicara. Berbicara sudah merupakan aktivitas rutin kita sehari-hari. Hasil penelitian ilmiah membuktikan, bahwa sebagian besar waktu bangun kita digunakan untuk berbicara dengan orang lain. Nyaris tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahan untuk tidak berbicara. Kita boleh jadi tahan untuk tidak makan dan minum selama tiga hari berturut-turut (bahkan mungkin lebih), tetapi siapa yang tahan berpuasa bicara selama itu?
Kita mungkin pernah menyaksikan seseorang yang sedang berbicara/ mempresentasikan tentang suatu hal di depan orang banyak bergetar (dalam bahasa Jawa: ndredeg), suaranya tersendat-sendat, muka dan badanya basah kuyup karena guyuran keringat yang mengalir deras. Hadirin diam, terkesima…bukan karena kagum pada penampilanny tetapi karena ………. kasihan dan tidak tega melihatnya. Dalamilmu komunikasi, keadaan seperti itu disebut kecemasan berkomunikasi (communication apprehension).
Kecemasan berkomunikasi adalah batu sandungan yang besar bagi seorang pembicara. Ia menghilangkan kepercayaan diri. Kecemasan berkomunikasi amat mempengaruhi kredibilitas komunikator. Betapa pun bagusnya pesan yang Anda sampaikan, betapa pun sistematisnya organisasi pesan yang Anda buat, tanpa kepercayaan diri dan kredibilitas, Anda akan kehilangan pengaruh dan pendengar sekaligus.
Untuk menghindari kecemasan tersebut sekaligus agar presentasi Anda menjadi baik, berikut ini saya akan memberikan beberapa tips mengenai Public Speaking yang saya ketahui :
1. Ketahui Ruangan
2. Kenalilah tempat dimana Anda akan melakukan Public Speaking, datang lebih awal, kemudian analisa ruangan seperti apa, dengan berjalan di sekitar area dimana Anda akan melakukan public speaking, dan berlatih menggunakan microphone atau alat bantu visual yang telah disiapkan.
2. Kenalilah tempat dimana Anda akan melakukan Public Speaking, datang lebih awal, kemudian analisa ruangan seperti apa, dengan berjalan di sekitar area dimana Anda akan melakukan public speaking, dan berlatih menggunakan microphone atau alat bantu visual yang telah disiapkan.
2. Berikan salam kepada para hadirin
Dengan memberikan salam kita akan terasa lebih dekat dengan para hadirin.
3. Kuasai Materi
Kuasai materi yang akan Anda bawakan, berlatih pidato tentang materi tersebut sebelum melakukan public speaking, apabila perlu diulang, ulangilah latihan pidato tersebut, karena apabila suatu materi tidak dikuasai, diri kita akan tidak terbiasa dan tidak nyaman dengan materi tersebut, hal ini akan meningkatkan rasa gugup kita ketika telah dihadapan para hadirin.
4. Tenang
Redakan ketegangan diri Anda dengan melakukan latihan.
5. Jangan Meminta Maaf
Apabila Anda sedang gugup atau grogi saat di depan banyak orang dalam melakukan public speaking, jangan menunjukannya dengan meminta maaf kepada para hadirin, karena mereka tidak melihat apakah si pembicara hebat dalam melakukan public speaking atau tidak, yang mereka tahu Andalah orang yang pantas untuk berbicara di depan, tetaplah sembunyikan kegugupan Anda.
6. Sadarilah bahwa orang ingin Anda berhasil.
Mereka tidak ingin Anda gagal. Audiens ingin Anda menjadi menarik, menstimulasi, informatif, dan menghibur.
7. Lakukan Pembukaan atau Permulaan dengan sebaik mungkin, hal ini menunjukan bahwa presentasi Anda/ Public Speaking Anda telah sukses setengah nya.
8. Perkenalkan topic yang akan disampaikan terlebih dahulu kepada para audiens.
9. Gunkan sedikit humor atau lelucon, berikanlah secukup nya kepada para audiens agar tidak merasa bosan dengan apa yang sedang ia dengarkan, rasa humor juga akan meningkatkan rasa antusias para audiens pada presentasi yang sedang dilakukan.
10. Ketahui dengan baik siapakah calon khalayak anda.
11. Berpikirlah bahwa anda menguasai semua pesan yang akan disampaikan.
12. Bersikap optimis bahwa ketika anda diminta untuk berbicara, maka andalah satu-satunya orang yang menguasai masalah termaksud.
13. Jangan segan untuk bertemu pandang dengan khalayak secara gentle.
14. Hindarkan kata-kata atau kalimat yang ditengarai bakal melukai perasaan orang lain (humiliation).
15. Bangkitkan semangat khalayak dengan cara meninggikan intonasi di akhir kalimat / cheer – up.
16. Hindarkan mengenakan busana atau aksesoris yang bakal mengganggu penampilan anda.
17. Perhatikan baik-baik soal waktu. Hindarkan keterlambatan karena anda atau terlalu lama dalam menyampaikan pesan.
Demikianlah artikel sederhana yang saya buat mengenai public speaking, semoga tulisan sederhana saya tersebut dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amin

0 comments:
Post a Comment